Di postingan ini aku akan menceritakan perjalanan dari basecamp menuju puncak Ciremai. Detail perjalanan dari Jakarta ke Basecamp Apuy bisa kalian lihat di post sebelumnya.
Kami memulai pendakian pukul 10.00 WIB. Saat itu cuaca cukup cerah. Sebelum masuk, kalian akan melewati pos pengecekan. Ada formulir yang perlu diisi. Selain itu, petugas akan memberikan arahan terkait keselamatan selama kalian mendaki. Petugas juga memberikan trashbag, jadi tidak ada alasan kalian membuang sampah sembarangan di gunung ya!
Bagi kalian yang akan mendaki Gunung Ciremai lewat jalur Apuy, terdapat 7 pos yang akan dilewati sebelum mencapai puncak. Pos tersebut adalah:
- Pos 1: Arban
- Pos 2: Tegal Pasang
- Pos 3 Tegal Masawa
- Pos 4: Tegal Jamuju
- Pos 5: Sanghyang Rangkah
- Pos 6: Simpang Apuy
- Pos 7: Goa Walet
Kalian bisa mendirikan tenda di Pos 3, Pos 4, ataupun Pos 5. Tentunya semakin jauh posnya akan semakin dekat ketika summit. Kami sendiri berencana untuk mendirikan camp di Pos 5, Sanghyang Rangkah.
Jalur pendakian Ciremai termasuk jalur yang bersih. Vegetasinya pun masih cukup tertutup. Perjalanan dari basecamp menuju Pos 1 masih relatif mudah.
Mulai dari Pos 1, teaser-teaser tanjakan sudah mulai terlihat. Tanjakan makin terasa berat dari Pos 3 ke 4. Kami tidak banyak mengambil foto karena begitu fokus menikmati perjalanan, hahahaha. Dari Pos 4 ke 5, tanjakan makin curam. Saat itu, hujan juga turun, sehingga menambah kesulitan pendakian.
Kami tiba di Pos 5 pukul 17.00 WIB. Total perjalanan kurang lebih 7 jam. Lebih lambat dari estimasi yakni 5-6 jam karena waktu istirahat kami cukup banyak.
Hujan semakin deras, kami segera bergegas untuk memasang tenda. Saat itu, kami menerima informasi bahwa camp di Pos 5 telah penuh, sehingga tenda kami dirikan di area di bawah pos 5. Padahal, pada sistem booking sudah terdapat kaplingan bagi tiap pendaki, tapi yasudah.
Tidak Sampai Puncak
Alarm sudah berbunyi pukul 03.00 WIB. Aku sudah mulai membangunkan teman-temanku untuk bersiap-siap summit. Kata petugas, jika ingin melakukan summit dari Pos 5, sebaiknya perjalanan dilakukan pukul 04.00 WIB atau paling lambat 04.30 WIB.
Kami mulai menyantap roti bakar dan sereal. Namun, beberapa dari kami merasa cukup kelelahan karena hujan kemarin. Selain itu, sebelum perjalanan menuju basecamp kami juga kurang tidur, sehingga badan terasa kuran fit.
Kami memutuskan untuk tidur lagi. Aku kembali terbangun pukul 04.30. Aku menanyakan kembali, apakah akan melanjutkan summit atau tidak. Akhirnya kami memutuskan untuk memulai summit pukul 06.00 WIB (ya, cukup siang untuk memulai summit).
Perjalanan dari pos 5 ternyata semakin menantang. Jalurnya makin curam dan banyak bebatuan. Kami beberapa kali berhenti dan berdiskusi apakah akan melanjutkan perjanan atau kembali ke camp, karena stamina kami sudah cukup terkuras dan hari sudah terlampu terang. Kami pun sepakat berhenti di Simpang Apuy.

Ya meskipun tidak sampai puncak, aku merasa ini bukan sebuah kegagalan. Ini pertama kali kami mendaki gunung secara berkelompok tanpa open-trip. Segala hal kami urus, mulai dari booking, membawa tenda, dan mempersiapkan logistik. Dan kami rasa pengalaman pertama ini cukup lancar dan berhasil.
Aku merasa tidak perlu sampai puncak, karena perjalanan bersama mereka sudah sangat menyenangkan. Puncak hanya bonus, keselamatan dan menikmati perjalanan adalah yang utama 😉
Sampai jumpa di cerita berikutnya!